Mati Sia-Sia Demi Tayangan Televisi

Noncho Vodenicharov, sosok berusia 53 tahun itu, boleh dibilang mati sia-sia demi tayangan televisi. Menurut polisi Filipina, Senin (1/6), korban memang sempat ditolong oleh seorang warga Filipina dan seorang dokter asal Bulgaria. Namun, nyawanya tetap saja putus dari raganya!

Awalnya, Vodenicharov menjadi salah satu peserta reality show bertajuk Survivor. Tayangan asal Uak Sam itu mensyaratkan seseorang lolos dalam serangkaian kompetisi fisik dengan beberapa peserta pesaing. Cuma satu yang bakal keluar sebagai pemenang. Nah, Vodenicharov yang warga Bulgaria itu malah keluar sebagai pecundang karena serangan jantung yang menderanya tatkala sedang ada pengambilan gambar di sebuah pantai.

Sebelum ambil bagian dalam acara itu, Vodenicharov pernah makan asam garam sebagai seorang wali kota plus stuntman sekaligus penyanyi di negera asalnya.
(kompas.com)

Polres Kupang Tangkap Pimpinan Aliran Sesat

Polresta Kupang, NTT, menahan Nimbrot Lasbau yang diduga kuat pimpinan aliran sesat Sion Kota Alak yang bermarkas di Kecamatan Alak, Kota Kupang.

“Ia (pimpinan aliran sesat) melarang seluruh pengikutnya yang berjumlah 11 orang ke gereja. Atas dasar itu, mulai hari ini saya keluarkan perintah penahanan kepada pimpinan sekte Sion Kota Alak tersebut,” kata Kapolresta Kupang Hery Sulistianto di Kupang, Senin.

Menurut dia, ajaran agama yang diwartakan Nimbrot hanya berpedoman pada pasal-pasal Yeremia yang termuat dalam Alkitab, yang antara lain menyebutkan pimpinan sekte itu disebut sebagai anak domba dan para pengikutnya menggunakan nama-nama nabi pada zaman dulu, seperti Yohanes, Yusuf, dan nama-nama malaikat serta nama-nama imam besar.

Bahkan, kata Kapolresta Kupang, Nimbrot melarang seluruh pengikutnya ke gereja hingga Agustus 2011, tidak boleh melayat ke tempat duka karena dalam pandangan mereka, biarlah orang mati mengurus orang mati, bukan orang hidup mengurus orang mati.

Selain itu, perjamuan kudus yang dilakukan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), menurut Nimbrot tidak sesuai dengan ajaran agama karena roti dan anggur hanya digunakan sebagai lambang. “Menurut Nimbrot, roti yang digunakan harus roti sahabat,” kata Kapolresta mengutip keterangan Nimbrot tanpa menjelaskan apa yang disebut sebagai roti sahabat.

Ia menambahkan, pemberkatan nikah di gereja juga dianggap tidak tepat karena gereja digunakan sebagai tempat ibadah, bukan untuk kegiatan lainnya. Sejauh ini, kata Hery, polresta telah menyita sejumlah barang bukti, berupa tujuh jubah yang biasa digunakan untuk beribadah dengan berbabagai corak warna seperti kuning, hijau, putih, biru, coklat, dan ungu, serta enam buah selempang yang digunakan sebagai ikat pinggang, dua buah Alkitab, dua buah buku pujian dan buku kidung jemaat.

Hery menambahkan, saat ini polisi sedang memproses pimpinan sekte itu, sedangkan 11 pengikutnya yang ikut ditangkap, Minggu (31/5), tidak diproses karena mereka mengaku hanya ikut apa yang diajarkan oleh Nimbrot.

Nimbrot diancam hukuman lima tahun penjara, atas sangkaan melanggar Pasal 156 KUHP tentang aliran sesat.

ABI
Sumber : Ant

Astaghfirullah…Ada Pelecehan Seksual Massal di Abu Ghraib Irak

KETIKA muncul foto-foto penganiayaan di Penjara Abu Ghraib pada 2004, reporter Radio, Nederland Hans Jaap Melissen, kebetulan jadi saksi perbincangan tentang adanya foto-foto lain. Ketika itu sudah disinggung adanya gambar-gambar yang lebih mengerikan. Baru sekarang berita itu dikuatkan.

Suatu malam di Baghdad, Mei 2004, beberapa juru bicara pasukan Amerika Serikat di Irak duduk sambil merokok cerutu di salah satu balkon istana Saddam Hussein. Sebagai wartawan, Hans Jaap menanti di ruangan khusus wartawan di pojok balkon. Para juru bicara itu tampaknya tidak sadar akan keberadaan Hans Jaap sebagai wartawan di situ. Tempat itu sangat gelap dan Hans Jaap bisa mendengarkan perbincangan di antara para juru bicara pasukan Amerika.

Obrolan tentang Abu Ghraib. Skandal itu baru beberapa minggu menyeruak ke media. Dan semakin banyak foto-foto yang dipublikasi.

“Sungguh mengerikan. Masih banyak foto-foto dan juga sangat parah. Bahkan, ada foto-foto tentara Amerika yang berhubungan seks dengan tawanan, foto tentang hubungan seks antartentara, dan juga antartawanan.”

Hans Jaap sangat tercengang mendengar berita itu. Namun, ia mencoba tetap duduk dan terus mendengarkan.

Para tentara Amerika itu kemudian berbicara tentang Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld. Disebutkan bahwa Menhan Amerika akan melakukan kunjungan rahasia ke Irak, bahkan mengunjungi Penjara Abu Ghraib. Tiba-tiba saja seorang juru bicara tentara membalik dan bertanya, “Hans, apakah kamu masih di sini?”

Juru bicara yang jelas terkejut itu menghampiri Hans Jaap dan membawanya ke ruang terpisah. “Anda paham ya, berita kunjungan Donald Rumsfeld ini tidak akan diterbitkan malam ini. Sebab, bandara bisa diserbu habis-habisan selama seharian penuh dan Rumsfeld bisa batal datang.”

Karena tidak menyinggung soal foto, Hans Jaap sendiri menanyakan kepada jubir itu, apakah dia sudah melihat sendiri foto-foto yang lebih parah. “Belum, tapi saya tahu bahwa foto-foto itu ada. Mereka disembunyikan karena dampaknya bisa berbahaya.” Disebutkan bahwa foto itu berada di tangan dinas rahasia Amerika.

Buat seorang wartawan, temuan ini merupakan sebuah dilema, Hans Jaap tidak melihat sendiri foto-foto itu dan dia juga tidak punya sumber langsung. Si sumber memang mendengar dari tangan pertama yang tahu foto-foto itu. Namun, bisa jadi juga itu adalah isapan jempol.

Dalam siaran Radio Nederland, Hans Jaap hanya bisa melaporkan kemungkinan adanya foto-foto yang lebih parah dari yang sudah dipublikasi. Juga dilaporkan adanya foto hubungan seksual dari segala jenis, tentara Amerika satu sama lain, dengan tawanan, dan sesama tawanan.

Hari berikutnya Hans Jaap ikut ke Penjara Abu Ghraib. Di sana ia bertanya kepada Menhan AS Donald Rumsfeld, apakah ia tidak berpikir untuk mengundurkan diri terkait sekandal ini. Rumsfeld menghindar dari pertanyaan sembari memuji pasukan Belanda di Irak. Sementara pengawalnya mencoba mendorong Hans Jaap, Rumsfeld menghilang masuk kendaraan yang sudah menanti.

Sejak itu Hans Jaap tidak bisa bertanya lagi tentang adanya foto yang lebih parah dari Penjara Abu Ghraib. Pertanyaan itu tidak terjawab selama bertahun-tahun, termasuk oleh wartawan Amerika Serikat sendiri. Tidak pernah ada jawaban yang jelas.

Lima tahun kemudian

Sampai akhirnya mantan jenderal yang memimpin penyelidikan Abu Ghraib mengakui bahwa dia melihat sendiri semua foto-foto itu. Pemimpin penyelidik tidak menyebutkan secara rinci foto seorang tentara Amerika yang memerkosa wanita Irak, foto hubungan kelamin antara tentara dan tawanan yang dipaksa melakukan hubungan satu sama lain. Namun, Hans Jaap jadi ingat kembali dan percaya sepenuhnya pada informasi jubir tentara di Irak pada 2004 itu.

Pertanyaannya sekarang, apakah foto-foto itu harus tetap dirahasiakan setelah lima tahun hanya untuk melindungi pasukan di Irak dan Afghanistan? Seperti keputusan Presiden Barack Obama ini. Keputusan yang membuat Donald Rumsfeld bisa menghela napas lega. (kompas.com)

Inalillah,…Telah ditemukan Virus Yang Sangat Mematikan

virusIlmuwan mengidentifikasi virus mematikan baru di Afrika. Virus yang disebut Lujo itu bisa menyebabkan pendarahan seperti layaknya terjangkit virus Ebola.

Virus itu sudah menginfeksi penduduk yang tinggal Zambia dan Afrika Selatan. Empat diantaranya tewas, tapi yang kelima selamat karena mendapat pengobatan yang direkomendasikan oleh ilmuwan.

Hingga kini belum jelas bagaimana virus itu bisa menginfeksi manusia, tapi kuman itu berasal dari keluarga virus yang ditemukan pada binatang pengerat, kata Dr Ian Lipkin, dari Columbia University yang terlibat dalam penemuan itu. virus itu sendiri dinilai sangat agresif.

Laporan penyebaran virus itu yang dikeluarkan oleh Lipkin dan sejawatnya dipublikasikan di PLoS Pathogens.

Wabah itu mulai terjadi pada September, saat agen perjalanan yang tinggal pinggiran Lusaka, Zambia sakit demam dan makin parah. Dia diterbangkan ke Johannesburg, Afrika Selatan dan tewas.[ito][inilah.com]