Inilah Berita Foto-Foto Kekerasaan Seksual Di Irak Beredar Lagi

Sejumlah foto kekerasan seksual terhadap tahanan di Irak pada saat pemerintahan George W Bush kembali beredar. Padahal, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama telah melarang foto-foto itu diedarkan untuk umum.

Foto-foto itu, seperti ditulis surat kabar Inggris Daily Telegraph, Kamis (28/5), menjelaskan setidaknya ada satu foto yang menggambarkan prajurit Amerika sedang memperkosa tahanan perempuan. Foto lainnya menunjukkan penerjemah pria yang juga sedang memperkosa seorang tahanan pria.

Sedangkan foto lainnya menggambarkan pelecehan seksual dengan menggunakan benda keras. Di anataranya alat pemukul, kawat, dan tabung fosfor. Foto-foto tersebut terkait dengan 400 kasus kekerasan yang terjadi di Abu Ghraib dan enam penjara lainnya antara 2001 hingga 2005.

Foto-foto tersebut melukiskan apa yang terjadi di penjara Abu Ghraib di bawah Mayor Jenderal Antonio Taguba. Perwira tinggi AS itu telah pensiun pada Januai 2007 dan sempat melaporkan pemerkosaan dan kekerasan seksual yang terjadi di penjara yang dipimpinnya pada 2004.

Menurutnya, foto-foto itu juga termasuk di dalam file laporan tersebut. Foto-foto itu menggambarkan penyiksaan, kekerasan, pemerkosaan, dan segala kebohongan yang terjadi di sana.

Taguba sebelumnya menyetujui keputusan Obama yang pada April lalu melarang publikasi foto-foto tersebut. “Saya tak yakin tujuan pihak yang merilis foto-foto itu akan membantu pihak yang peduli HAM. Di sisi lain akan membahayakan para prajurit. Yang jelas, foto-foto itu memang cukup menghebohkan,” paparnya. [nuz](inilah.com)

Lihat Videonya di sini

Cerita Leher Digorok Menghantui Anak-Anak Pakistan

Nabila Bibi duduk di dalam satu tenda di bawah sengatan terik mentari sambil memikirkan boneka-bonekanya yang ditinggalkan di rumahnya di pegunungan di Pakistan, tempat militer dan gerilyawan Taliban saling bantai.

Nabila, yang kedua pipinya berwarna kemerahan, tak mengerti apa pun mengenai aksi perlawanan kaum garis keras dan serangan paling akhir militer Pakistan terhadap mereka, yang dikatakan PBB telah membuat tak kurang dari 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal pada Mei tahun ini saja.

Kini, ia sangat mengkhawatirkan nasib semua bonekanya “yang kesepian”. “Saya sangat sedih berada di sini. Saya merasa benar-benar kesepian karena semua boneka saya tak bisa ikut bersama saya. Apakah ada orang yang dapat mengambil semua boneka itu dari rumah saya?” demikian pertanyaan Nabila kepada kakak perempuannya, sebagaimana dilaporkan wartawan AFP, Nasir Jaffry.

Nabila (12) dan keluarganya hidup di luar kota kecil Mingora di lembah Swat di bagian barat-laut Pakistan sampai mereka mengungsi ke kamp Yar Hussein karena khawatir terhadap keselamatan mereka.

Kamp yang berdebu tersebut didirikan oleh pemerintah di Provinsi Perbatasan Barat-Laut Pakistan (NWFP) dengan bantuan badan pengungsi PBB di pinggir kota kecil Swabi. Tempat itu menampung sebanyak 1.200 keluarga di dalam tenda yang berjumlah sama.

“Di sini panas sekali. Saya tak mempunyai teman dan juga tak ada lapangan bermain yang memadai seperti yang ada di depan rumah saya,” kata Nabila, yang belajar di sekolah sementara di kamp itu.

Badan PBB, UNICEF, yang sangat prihatin mengenai korban kejiwaan pada anak-anak yang kehilangan tempat tinggal akibat operasi guna membersihkan pengikut garis keras, mengatakan bahwa lembaga tersebut menyediakan pendidikan dan tempat rekreasi di 13 kamp tempat banyak keluarga berlindung.

“Penting buat anak-anak untuk menanggulangi trauma akibat kehilangan tempat tinggal,” kata wanita juru bicara UNICEF, Antonia Paradela.

Ia mengatakan, layanan penyuluhan buat kaum perempuan dan anak-anak tersedia di semua kamp itu, yang memiliki staf terlatih dalam mengidentifikasi anak-anak yang mengalami persoalan pada mental dan membantu mereka mengatasi kesulitan yang sama sekali tak mereka timbulkan.

“Anak-anak juga telah diberikan mainan, pensil, dan kertas gambar guna membantu mereka mendapatkan kembali kepercayaan diri,” kata Paradela. Namun, untuk semua gagasan tersebut, banyak anak di Yar Hussain itu kelihatan tak memiliki kemantapan pendirian dan sebagian tidak gembira.

“Saya kangen sama teman-teman saya. Saya dulu sering main bola dengan mereka. Saya penggemar berat pahlawan kriket Shahid Afridi,” kata Nauman Ali (16), tukang kayu dari Mingora, kota kecil utama di Swat.

“Saya berharap dia akan mengunjungi saya di kamp ini. Saya suka dia karena dia juga adalah seorang batter yang bagus. Ia memiliki gaya indah dalam melakukan pukulan.”

Nauman kelihatan ragu ketika ditanya, apakah dia menduga bahwa dia akan pulang dalam waktu dekat. “Saya benar-benar tidak tahu kapan saya akan dapat pulang dan bermain kriket bersama teman-teman saya,” katanya.

Sementara itu, seorang anak lain yang bernama Jawad Khan, murid kelas III, mengatakan ingin menjadi dokter. “Bagaimana saya dapat melanjutkan sekolah saya di daerah tempat bom dan granat meledak setiap hari? Cerita mengenai sekelompok orang yang menggorok leher saudara mereka membuat saya takut,” kata Jawad, yang tampaknya merujuk kepada anggota Taliban.

“Saya mempunyai beberapa teman dari daerah saya di kamp ini dan kami semua sependapat bahwa mereka semua adalah orang yang jahat,” katanya sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi dalam kondisi setengah telanjang.

Nadia Khan, yang berusia 6 tahun dan sedang bersama ibunya di kamp tersebut, tempat antrean panjang kaum pria dan anak-anak terbentuk saat makan siang, berulang kali memohon agar diizinkan keluar kamp. “Saya ingin pulang dan bermain bersama teman saya, tolong bawa saya pulang,” gadis cilik itu memohon kepada ibunya dalam bahasa Urdu yang patah-patah.

Kendati kedua matanya perih akibat debu yang beterbangan, Nadia lapar, bahkan nasi beraroma sedap dengan buncis nyaris tak membuat dia berselera. Guna membantu meringankan penderitaan mereka, kelompok amal Pakistan, Perhimpunan bagi Perlindungan Hak Anak (SPARC) berencana membuat daerah khusus bermain.

“Ini adalah bencana besar. Anak-anak di berbagai kamp memerlukan bantuan kita agar mereka dapat keluar dari tekanan psikologis,” kata juru bicara SPARC, Kashif Mirza. “Kami berencana menciptakan daerah bermain dan menyelenggarakan lomba melukis di kamp buat anak yang kehilangan tempat tinggal,” ungkapnya sebelum acara pengumpulan dana SPARC.

Shahid Khan, siswa kelas VIII, mengatakan pertempuran telah “mengguncang” impiannya. Namun, ia memiliki tekad kuat. “Saya ingin menjadi seorang perwira militer. Saya suka seragam mereka, saya suka disiplin mereka,” katanya.

“Saya bertekad akan melanjutkan sekolah. Jika ini tak mungkin dilakukan di Mingora, saya akan meminta ayah saya mengirim saya ke kota lain tempat saya dapat menyelesaikan pendidikan saya dan masuk tentara.” (kompas.com)

Aneh, Seorang Anak Simpan Jenazah Ibunya Selama 20 Tahun di “Freezer”

Seorang perempuan lanjut usia menyimpan jenazah ibunya di lemari pendingin selama 20 tahun. Jenazah tersebut ditemukan terbungkus dalam kantong sampah di sebuah freezer yang terletak di garasi kediaman Daulat Irani (83) di Sidcup, London bagian tenggara.

Polisi menginterogasi Irani, Rabu (27/5), setelah kasus ini terbongkar. Polisi yakin Irani selama ini menyembunyikan jenazah ibunya karena khawatir akan diketahui oleh aparat bahwa ibunya telah menetap di Inggris secara ilegal apabila kematian ibunya itu diketahui khalayak luas.

Jenazah itu telah secara resmi diidentifikasi sebagai Gulbai Freedoon Murzan yang lahir pada 1901. Diyakini, Gulbai Freedon Murzan telah meninggal dunia 20 tahun lalu.

Polisi selama ini belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Gulbai Freedon Murzan. Hasil pemeriksaan post-mortem terhadap jenazah ibu dari Daulat Irani itu akan dikeluarkan dalam pekan ini.

Polisi mulai mendatangi kediaman Irani di Park Mead pada 10 Mei berdasarkan keterangan dari seorang tetangganya. Petugas forensik kemudian mendatangi kediaman Irani dan menyita jenazah Murzan yang diawetkan secara baik itu.

Salah satu tetangga, Ray Dyson (77), menggambarkan Irani sebagai wanita tua yang pandai menyimpan rahasia. “Cukup mengagetkan. Tiba-tiba dua mobil polisi lengkap dengan petugas forensik mendatangi rumah Irani,” ujarnya.

Polisi telah menyegel garasi Irani dan menggemboknya. Sementara itu, polisi hingga saat ini belum menahan Irani dan baru sebatas menginterogasinya.(Kompas.com)

Suami Bejat…Paksa Istri Susui Anjing

Entah komentar apa yang pantas jika kasus ini benar terjadi. Nathan Amoloi diduga memaksa istrinya, Jennifer Alupot, untuk menyusui lima anak anjingnya karena sapi-sapi Nathan diambil oleh keluarga sang istri sebagai mas kawin.

Xinhua melaporkan bahwa polisi Uganda barat sedang menyelidiki kasus di distrik Pallisa tersebut.

Juru bicara polisi di Kampala, Selasa, melalui telepon mengemukakan bahwa “penyelidikan masih dilakukan, pria itu ditahan tapi belakangan dibebaskan dengan tanggungan oleh polisi,” kata Nabakooba.

Polisi menangkap Amoloi pada 4 Mei, tetapi membebaskan dia hari berikutnya dan mencap istrinya sebagai perempuan tidak waras.

Matia Kasaija, Menteri Negara Urusan Dalam Negeri, mengatakan, satu tim penyelidik dari Departemen Penyelidikan Kriminal, yang bermarkas di Kampala, akan dikirim ke Pallisa guna menyelesaikan kasus tersebut secara logis.

“Ini adalah masalah serius. Saya akan memastikan bahwa perempuan ini mendapatkan keadilan,” kata Kasaija sebagaimana dikutip oleh harian milik negara, New Vision, Selasa.

“Bagaimana mungkin seorang pria memaksa istrinya menyusui anjing? Bagaimana ini dapat terjadi di dunia modern, yang sudah ada polisi?” ia mempertanyakan, dan berjanji akan menganggap personel polisi di kabupaten itu bertanggung jawab jika mereka tak menangani kasus tersebut secara layak.

Pasangan itu, yang telah 11 tahun menikah, kehilangan anak ketiga yang berbagi ASI dengan anak anjing. Anak tersebut meninggal karena rabies, virus mematikan yang mengakibatkan radang akut di otak pada manusia dan makhluk mamalia lainnya.

“Saya melahirkan empat anak, tapi satu meninggal tahun lalu. Saya sekarang memiliki bayi tiga tahun tapi suami memaksa saya berbagi air susu dengan anjing,” kata Alupot sebagaimana dikutip oleh New Vision.

Kasus Alupot telah mengundang kemarahan terutama dari perempuan pegiat yang menyerukan agar Amoloi digantung.

Perhimpunan Wanita Pengacara di Uganda telah menawarkan layanan hukum secara gratis buat Alupot guna menjamin ia mendapatkan keadilan.(kompas.com)

Lowongan Kerja PT Panin Bank Untuk S1 (Dateline 10 Juni 2009)

Informasi Lowongan Kerja PT Panin Bank Tbk
HR Information System Staff
(Jakarta Raya)

Requirement :

Male / Female, max. 25 years old.
Bachelor degree from Computer Science or Information Technology with min. GPA 2.75
Able to develop program/system information related to reporting process
Able to maintain database system
Having good analytical thinking, communication and interpersonal skill
Fresh graduates are encourage to apply.
HR Career Development Staff
(Jakarta Raya)

Requirements:

Male / Female, max. 25 years old.
Bachelor degree from Psychology with min. GPA 2.75
Able to conduct a thorough recruitment process according to the organization recruitment policies.
Having good knowledge of psychological tests and making psychological report.
Having good analytical thinking, communication and interpersonal skill
Fresh graduates are encourage to apply.
Email your application letter, CV with recent photograph to career@panin.co.id

Jauhi Ulama Penguasa

Berikut adalah beberapa riwayat yang seharusnya membantu menyadarkan umat akan adanya perbedaan antara ulama yang benar dan palsu. Kebanyakan dari ulama yang benar pada hari ini, tidak lain berada di dalam tahanan atau di barisan depan pada medan pertempuran.

‘Abdullah Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Akan ada penguasa yang kamu kenal dari mereka yang baik dan jahat. Siapa saja yang menentangnya akan selamat. Siapa saja yang berlepas dir darinya akan selamat. Dan siapa saja yang bersama dengan mereka akan binasa.”
(Dikoleksi oleh Ibnu Abi Syaibah dan At-Tabarani; Al-Al Bany dalam “Shahih Al-Jaami’”, Hadits No. 3661)

Abul A’war As-Sulami berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

“Hati-hati terhadap pintu-pintu penguasa; di sana ada kesukaran dan kehinaan.”
(Dikoleksi Oleh Ad-Dailamii dan At-Tabaraani; Al-Al Bany “As-Silsilah As-Shahiihah, Hadits 1253)

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

“Siapa saja yang mendekati pintu-pintu penguasa akan menderita. Siapa dari seorang hamba yang semakin mendekati penguasa, dia hanya memperbesar jarak dari Allah.”
(Dikoleksi oleh Ahmad; Al-Al Bany dalam “Sahiih at-Targhiib wat-Tarhiib”, hadits no. 2241)

Jaabir Ibnu ‘Abdillah berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, kepada Ka’ab Ibnu Ujrah,

“Wahai Ka’ab Ibnu Ujrah, Aku mencari lindungan Allah untukmu dari kepemimpinan orang bodoh. Akan ada penguasa, siapa saja yang datang kepada mereka kemudian membantu mereka dalam kezaliman dan membenarkan kebohongan mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan tidak membantu mereka dalam kezaliman mereka, tidak juga membenarkan kebohongan mereka, maka dia dari golonganku dan aku dari golongannya, dia akan diizinkan menuju ke Haud (Telaga Rosulullah saw. di surga).”
(Dikoleksi oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibnu Hibban; Al-Al Bany dalam “Shahih At-Targhib wat Tarhib”, Hadits No 2243)

Selain itu, ada berbagai riwayat dari perkataan Shahabat, yang dalam hal ini As-Suyuti telah mengumpulkan dari ‘Ali Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Hudzaifah Ibnu Al-Yaman, dan Abi Dzar, riwayat yang memperingatkan mendekati penguasa atau pintu-pitu penguasa. Lihatlah “Maa Rawahul Asaatiin Fii ‘Adam Al Majii’ Ilas Salaatin”.

Ada begitu banyak dengan pengertian yang sama, berikut beberapa contoh:

Ibnu Mas’ud berkata,

“Siapa saja yang menginginkan kemuliaan diennya, maka dia seharusnya tidak datang kepada penguasa.”
(dikoleksi oleh Ad-Daarimi)

Ibnu Mas’ud juga berkata,

“Seorang pria datang kepada penguasa, membawa diennya dengannya, maka pergi tanpa membawa apapun.”
(Dikoleksi oleh Al-Bukhari dalam “Taarikh”nya dan Ibnu Sa’ad dalam “At-Tabaqaat”).

Hudzaifah Ibnu Al-Yaman berkata,

“Sungguh! Seharusnya tidak ada diantara kalian yang jalan walaupun satu hasta ke arah penguasa.”
(Dikoleksi oleh Ibnu Abii Syaibah)

Dia mengumpukan dari ulama setelah Salaf, riwayat yang sama dari Sufyan At-Tsauri, Sa’id Ibnu Al-Musayyib, Hammad Ibnu Salamah, Al-Hasan Al-Basri, Ibnu Al-Mubarak, Abi Haazim, Al-Awzaa’i dan Al-Fudhail Ibnu Al ‘Iyaad.

Disini adalah beberapa contoh dari Ulama Salaf:

Sufyan At-Tsauri berkata,

“Jangan pergi, walaupun jika mereka memintamu untuk mengunjungi mereka hanya untuk membacakan ‘qul huwallaahu ahad’.”
(Dikoleksi oleh Al-Baihaqi)

Maalik Ibnu Anas berkata,

“Aku bertemu lebih dari 10 dan beberapa Taabi’in, semua dari mereka berkata, jangan pergi kepada mereka, jangan menegur mereka, yang berat ke penguasa.”
(Dikoleksi oleh Al-Khatib Al-Baghdaadi dalam “Ruwah Maalik”).

Sufyan At-Tsauri berkata,

“Memandang penguasa adalah sebuah dosa.”
(Dikoleksi oleh Abi Ali Al Aamudi dalam “Ta’liiq”nya)

Bisyr Al-Haafi berkata,

“Betapa menjijikkan apakah itu permohonan untuk melihat seorang ulama, tetapi kemudian untuk mendapatkan jawaban bahwa dia berada di pintu penguasa.”
(Dikoleksi oleh Al-Baihaqi dalam “Syu’ab Al-Imaan”)

Hal yang masih tersisa adalah masalah bahwa: bukankah berbicara kebenaran di depan penguasa tiran adalah jihad yang paling besar? Jawabnya adalah : ya, tetapi riwayat yang lain menyebutkan mengapa itu adalah jihad yang paling besar dan syahid (bagi pelakunya), karena setelah dia menyerukan kebaikan dan mencegah kemunkaran, penguasa membunuhnya. Ini benar-benar nyata berbicara tentang kebenaran, tidak mengikuti hawa nafsu dan mengunjungi penguasa secara harian sampai ulama tersebut kemudian menjadi penasehat pribadinya.

Orang-orang Salaf takut bahwa kebanyakan orang-orang begitu lemah untuk berdiri tegak di depan penguasa, tetapi malah akan terpengaruh oleh kekuasaannya dan kekayaan, dengan demikian menjustifikasi dan mengkompromikan dien dengan penguasa, dimana persis dengan apa yang kita lihat di hari ini pada “ulama” kita. Betapa bijaknya orang-orang Salaf dan betapa bodohnya (sebahagian besar) Khalaf (ulama masa kini).

Wallahu’alam bis showab!

source: almuhajirun.net

Hukum Lelaki Mandul Yang Merelakan Istrinya Dibuahi Oleh Sperma Lelaki Lain

Seorang lelaki tidak dapat menghasilkan keturunan (mandul), para dokter mengatakan bahwa ia tidak memiliki sperma. Lalu lelaki itu berangkat ke luar negeri dan menyetujui untuk mengambil sperma dari lelaki lain dan dibuahi pada rahim istrinya tanpa memberitahukan hal itu kepada istrinya. Singkat cerita istrinyapun hamil dan melahirkan tanpa mengetahui hakikat sebenarnya. Kemudian lelaki itu bertaubat kepada Allah, lalu menanyakan apa yang mesti ia dilakukan selanjutnya?

Alhamdulillah, pertanyaan ini telah kami ajukan kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau menjawab:

Anak tersebut tentunya bukan anak kandungnya!

Kemudian timbul pertanyaan lagi: Ia tentunya mengetahui bahwa sperma itu bukan berasal darinya!

Jawab: Anak tersebut tetap bukan anak kandungnya! Beberapa ahli ilmu menegaskan bahwa apabila lelaki yang berzina mengakui anak hasil perzinaannya itu sebagai anaknya maka anak tersebut diberikan kepadanya. Dalam kasus ini anak tersebut bukan dari benihnya. Tidak seperti lelaki pezina tadi yang mana anak hasil perzinaannya itu berasal dari benihnya, sementara dalam kasus ini bukan dari benihnya. Ia mesti menyerahkan anak tersebut kepada pemerintah atau meletakkan mereka di panti-panti asuhan atau lembaga-lembaga sosial lainnya yang bertanggung jawab mengasuh mereka.

Timbul tanggapan lagi: Kami katakan kepadanya: “Anda tidak boleh menasabkan anak tersebut kepada diri Anda!”

Jawab: Benar! Anda harus melepaskan anak tersebut dan menyerahkannya kepada pemerintah atau tetap dibiarkan bersama ibunya dengan syarat tidak dinisbatkan kepada diri Anda!

Timbul sebuah pertanyaan: Apakah hadits yang berbunyi: “Anak adalah hak si empunya ibunya!” Apakah dapat diterapkan dalam kasus ini?

Jawab: Tidak, tidak dapat diterapkan!

Kami memohon kepada Allah keselamatan dan afiyat. Ini merupakan sebagian kejahatan yang dilakukan masyarakat modern terhadap nasab dan kehormatan. Dan termasuk perkara yang telah merusak akal sehat manusia. Demikian pula perbuatan yang termasuk bencana kemanusian ini merupakan kemaksiatan dalam bentuk kebohongan, pamalsuan dan penipuan yang dilakukan oleh lelaki tadi terhadap isterinya. Bagaimana mungkin ia melakukan perbuatan yang secara syar’i diharamkan itu! Perbuatan yang bertentangan dengan kaidah syariat, di antaranya adalah pemeliharaan nasab. Dan juga bertolak belakang dengan kejantanan seseorang. Dan itu juga merupakan contoh terjelek bagi kerja sama dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Serta termasuk kerja sama dalam kebatilan yang dilakukan oleh lelaki si penyumbang sperma, orang yang menjual sperma tersebut dan dokter ‘nakal’ yang menyetujui pelaksanaan operasi tersebut. Hanya kepada Allah sajalah tempat mengadukan keterasingan agama ini dan kekuasaan musuh-musuh Islam serta kaum fajir. Wallahu musta’an.

Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

Pramuka Tersesat di Argopuro Seorang Tim SAR Kesurupan, Minta Batu Mustika Dikembalikan

batuMustikaDALAMProbolinggo – Belum diketemukannya 5 Pramuka SMAN 1 Kapongan Situbondo di Gunung Argopuro saat ‘Napak Tilas Dewi Rengganis’ mendadak dihubungkan dengan penemuan 3 Batu Mustika.

Diduga penunggu Puncak Rengganis marah dan meminta 3 batu Mustika yang ditemukan dikembalikan karena yang mendapatkannya tidak menyukai pemberiannya itu.

3 batu mustika yang ditemukan di Puncak Rengganis itu sempat disimpan Abdul Hamid salah satu pembina pramuka. Dan rencananya akan dikembalikan ke tempat semula siang ini.

Rencana pengembalian Batu Mustika itu dilakukan setelah salah satu Tim SAR pencarian 5 siswa pramuka yang tersesat dari Mahasiswa Pecinta Alam IAI dan STT Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Mapala Fatarpa) kesurupan di Balai Desa Bermi, Selasa malam, Selasa (26/5/2009).

“Ketika teman saya kesurupan itu menyebut-nyebut agar Batu Mustika segera dikembalikan,” kata Ainur Rofiq salah sati Tim SAR dari Mapala Fatarpa Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo saat ditemui di pencarian Pos Bremi Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Probolinggo, Rabu (27/5/2009) pagi.

Selain meminta kembali Batu Mustika, kata Ainur Rofiq, ketika kesurupan itu temannya juga memanggil nama ibunya yang sudah meninggal dunia dan memanggil nama-nama pacarnya yang telah lama berpisah.

Melihat kejadian itu, Rofiq merasa curiga dan ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh rombongan Pramuka yang telah ditemukan. Rofiq pun menyelidiki dan menanyakan ke Abdul Hamid.

“Setelah saya tanyakan, dia mengakui menyimpan tiba buah batu mustika,” tuturnya.

Rofiq menduga, salah satu penyebab 5 siswa yang belum kembali karena tiga batu mustika berwarna merah delima, bening dan warna coklat.

“Saya tanyakan ke dia, ternyata dia mengaku tidak suka pemberian itu. Karena tidak suka, mungkin Dewi Rengganis marah dan saya meminta batu itu untuk dikembalikan seperti pesan teman saya yang kesurupan,” tuturnya.

Rofiq mengatakan, setelah dirinya berkomunikasi dengan temannya yang dinilainya mengerti tentang dunia gaib, bahwa Batu Mustika itu harus
dikembalikan ke Puncak Rengganis secepatnya.

“Batu ini sudah saya bawa dan akan saya kembalikan ke tempat semula bersama tim lainnya akan ke puncak Rengganis. Selain itu, kata teman saya, Hamid harus turut ke puncak bersama kami,” tutur Rofiq.

(gik/gik/detiksurabaya.com)