Seorang Remaja Irak Memecahkan Teka-Teki Matematika

Stockholm (ANTARA News/AFP) – Seorang pendatang Irak yang berusia 16 tahun dan menetap di Swedia telah memecahkan teka-taki matematika, padahal para ahli telah dibuat pusing selama 300 tahun, demikian laporan media Swedia, Kamis (28/5).

Hanya dalam waktu empat bulan, Mohamed Attoumaimi telah menemukan satu rumus yang menjelaskan dan menyederhanakan apa yang disebut kumpulan nomor Bernoulli, rangkaian hitungan yang diberi nama ahli matematika Swiss Abad XVII, Jacob Bernoulli, demikian laporan surat kabar Dagens Nyheter.

Mohamed, yang datang ke Swedia enam tahun lalu, mengatakan pada guru di sekolah menengah di Falun, Swedia tengah, mulanya tidak yakin dengan pekerjaannya.

“Ketika pertama kali saya memperlihatkan itu kepada semua guru saya, tak seorang pun berpendapat rumus yang telah saya tulis benar-benar berhasil,” kata Mohamed kepada harian Falu Kuriren.

Ia kemudian menghubungi para profesor di Uppsala University, salah satu lembaga pendidikan kenamaan di Swedia, untuk meminta mereka memeriksa hasil pekerjaannya.

Setelah mengubrak-abrik buku catatannya, para profesor tersebut mendapati pekerjaan Mohamed terbukti benar dan menawarkan dia tempat di Uppsala.

Tetapi untuk sekarang, Mohamed memusatkan perhatian pada pelajaran sekolahnya dan berencana mengikuti pelajaran musim panas dalam bidang fisika dan matematik tingkat tinggi tahun ini.

“Saya ingin menjadi peneliti dalam bidang fisika atau matematik; saya benar-benar menyukai kedua bidang itu. Tetapi saya harus meningkatkan kemampuan di bidang Bahasa Inggris dan ilmu sosial,” katanya kepada Falu Kuriren.(*)

Tim Sukses Capres Gadungan Tipu Sultan Brunai dan Pejabat Negara Asia Lainnya…

Jakarta (ANTARA News) – Polri menangkap 13 tersangka yang diduga telah menipu pejabat negara Indonesia dan pejabat di 32 negara asing.

Mereka diduga telah menelpon korbannya dan meminta transfer sejumlah uang serta mengancam akan memutasi korban apabila tidak menuruti permintaannya, kata Wakabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Hadiatmoko, di Jakarta, Senin.

Mereka juga dicurigai menipu pejabat di 32 negara lain dengan dalih meminta bantuan dana terkait Pemilu di Indonesia.

“Mereka mengaku sebagai tim sukses partai politik dan bahkan seorang pejabat Brunei tertipu hingga Rp20 milyar,” katanya.

Berdasarkan keterangan Hadiatmoko, para tersangka diringkus sekitar satu minggu lalu di sejumlah kota di Pulau Jawa.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka yaitu 15 handphone, satu buah mobil, satu buah sepeda motor, 135 lembar KTP palsu, sejumlah buku tabungan, dan puluhan kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Hadiatmoko mengatakan, sindikat penipuan yang menggunakan identitas palsu dan mengatasnamakan pejabat negara tersebut akan dijerat dengan pasal 378 KUHP mengenai tindak pidana penipuan dan pasal 264 ayat (2) KUHP mengenai penggunaan dokumen atau akte otentik palsu.

Mabes Polri, kata Hadiatmoko, sedang mengembangkan kasus tersebut dan memburu otak dari sindikat penipuan yang diduga melarikan diri ke luar Pulau Jawa.