AKHIRNYA TUKANG KEBUN ISTANA DIHUKUM PANCUNG….

Mengapa akhirnya tukang kebun istana itu dihukum pancung? Apa kesalahan yang dia perbuat sehingga dia dihukum. Padahal dia sudah menjalankan tugasnya setiap hari dengan baik, Sanking giatnya dia bekerja setiap hari sesuai dengan perintah kerja bahwa dia hanya bertanggung jawab terhadap kebun dan pekarangan istana agar rapi bersih dan asri. Memang benar kebun istana rapi dan asri nan indah di pandang mata.

Alkisah ketika pertama kali tukang kebun itu bekerja di istana dia telah diperintahkan sang raja untuk bertanggung jawab terhadap pengurusan kebun, dan dia sangat mematuhi perintah raja tersebut. Sampai-sampai disuatu hari putra mahkota yang masih berumur sekitar 5 tahun sedang bermain-main di dekat kolam di kebun istana. Tukang kebun ini mengetahui putra mahkota sedang bermain sendirian di dekat kolam itu. Dalam hatinya dia berfikir bahwa sangat berbahaya anak kecil bermain di pinggir kolam bila terjatuh. Tetapi tukang kebun ini terus saja bekerja tidak memperingatkan atau melarang putra mahkota, karena dia takut meninggalkan tugasnya untuk merawat kebun.

Ternyata apa yang diperkirakannya pun terjadi, putra mahkota terpeleset dan jatuh ke kolam. Putra mahkota tidak bisa berenang. Tukang kebun itu juga tidak beranjak dari tempat kerjanya untuk menolong putra mahkota, karena dia takut meninggalkan tugas yang diberikan raja bahwa dia hanya mengurusi kebun saja. Akhirnya putra mahkota pun tewas mengenaskan.

Seluruh istana geger atas kejadian itu. Yang pertama dipanggil adalah tukang kebun istana karena TKP berada di tempat dia bekerja. Raja bertanya “apakah kamu mengetahui anakku bermain-main dekat kolam?”.
Dengan perasaan merasa tidak bersalah tukang kebun menjawab , “tahu baginda.”,”Mengapa kamu tidak melarangya sebelum dia jatuh, dan tidak menolongnya ketika dia terjatuh ke kolam?”. Tukang kebun itu menjawab,”saya sedang menjalankan perintah baginda untuk merawat kebun”.

Mendengar jawaban tukang kebun itu bagindapun murka. Akhirnya tukang kebun itupun dihukum pancung.

Demikianlah kita sebagai hamba Allah yang ditugaskan untuk beribadah kepada Allah. Tetapi ibadah kita ini sebenarnya tidak bisa menolong kita di depan Allah SWT. Jika nanti saudara-saudara kita yang berbuat maksiat yang hakikatnya mereka sedang bermain-maon di tepi-tepi jurang neraka. Jika kita hanya asyik beribadah saja tanpa mau memberi peringatan dan menolong mereka untuk menghindari jurang neraka, maka nasib kita nanti juga akan sama dengan tukang kebun itu……

Wallahu a’lam bishowab.