TELANJANG YANG PALING DICARI

Mengapa para netter dan bloger Indonesia selalu menyenangi key word atau tag telanjang atau tema-tema telanjang. Beberapa minggu ini berderet-deret top post di wordpress yang menampilkan tema telanjang.
Manusia telanjang akan malu jika berada di tengah-tengah orang yang berpakaian. Tetapi jika dia sendirian atau dikamar mandi pasti tidak akan malu. Manusia yang lain juga akan malu jika melihat orang lain telanjang di depannya tetapi di depan umum. Tetapi jika tidak ada orang lain maka dia akan suka melihat orang telanjang apalagi lawan jenisnya.
Demikian juga di internet banyak orang bisa melihat foto telanjang karena dia menggunakan internet seorang diri atau bersama teman2 sehobi. Jika dia ketahuan melihat foto telanjang di internet di kantor dia juga akan merasa malu.
Dari sifat dasar manusia ini maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang yang telanjang.

Memang naluri telanjang adalah naluri dasar manusia. Karena manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang.
Jadi manusia secara kejiwaan selalu suka dengan hal-hal yang telanjang apalagi dengan lawan jenisnya.

Tetapi karena manusia punya agama. Maka manusia diperintahkan oleh sang pencipta untuk berpakaian dan menutup batas-batas tubuhnya yang harus ditutup. Berbeda dengan binatang. Binanatang memang tidak diperintahkan untuk menutup kemaluannya dengan pakaian. Itulah bedanya manusia dengan binatang. Tanpa agama dan aturan yang datangnya dari Sang Pencipta maka Manusia akan sama dengan binatang. Jika manusia lupa maka akan diingatkan oleh nabi-nabinya dan kitab sucinya. Jika nabinya telah mati maka yang mengingatkan mereka adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi dan RasulNya. Jika kitabnya sudah banyak dirubah oleh manusia yang ingin menjerumuskan manusia yang lainnya ke perbuatan dosa, maka kitab suci yang menjadi petunjuk adalah kitab suci yang paling akhir diturunkan dan yang masih terjamin ke asliannya dari dulu dan sampai kiamat. Kitab suci yang tidak bisa dicemari oleh tangan-tangan jahat manusia adalah Al Qur’an nul Karim. Maka marilah kita mengikuti petunjuk dan pedoman dari Al Qur’an melalui contoh Nabi Muhammad SAW.

Dari sini kita tahu bahwa pengguna internet DI iNDONESIA khususnya dan di dunia pada umumnya rata-rata tidak berakhlak dan tidak beragama.

Wallahu a’lam bishowab.