KISAH BABI JADI MANUSIA

Al kisah pada zaman nabi Musa AS, nabi Musa AS berjalan-jalan ke hutan dan bertemu dengan seekor babi di dalam hutan itu. Pada zaman dahulu manusia bisa berkomunikasi dengan hewan termasuk babi tersebut.
Pada saat babi berpapasan dengan nabi Musa,terjadi dialog sebagai berikut:
babi : Hai Nabi Musa saya ingin meminta tolong padamu.
Musa : Apa yang bisa kutolong hai babi?
babi : Tolong sampaikan sama Tuhanmu aku ingin jadi manusia.
Musa : Untuk apa kamu jadi manusia?
babi : Oh biar keren donk..masak kamu aja yang bisa keren.
Musa : Oke tunggu di sini aja ya.. nanti saya sampaikan.
Beberapa hari kemudian, nabi Musa bertemu lagi dengan babi itu ditempat yang sama.
babi : Hai Musa,gimana hasilnya dikabulkan nggak aku jadi manusia?
Musa : Oh.. yang itu, dikabulkan tapi….
babi : tapi apa..Musa, aku udah nggak sabar ini.
Musa : Tapi kata Tuhan kamu jadi manusia Kafir.
babi : Kafir…? (expresi terkejut)
Musa : Iya …Kafir ..K-A-F-I-R.
babi : aH..GAK MAU…BAGUS AKU TETAP JADI BABI AJA…
Musa : Kenapa..? Katanya mau keren..(Musa keheranan).
babi : Bangsa babi kalau udah mati langsung jadi tanah…tapi kalo manusia kafir mati masuk
neraka…ih..tak mau aku (langsung ngacir).

SEX = SEDEKAH (HUBUNGAN SEX DENGAN ISTRI MENURUT ISLAM ADALAH SEDEKAH)

Sebagai bagian dari fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah memberangus hasrat seksual. Islam memberikan panduan lengkap agar seks bisa tetap dinikmati seorang muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya.

Bulan Syawal, bagi umat Islam Indonesia, bisa dibilang sebagai musim kawin. Anggapan ini tentu bukan tanpa alasan. Kalangan santri dan muhibbin biasanya memang memilih bulan tersebut sebagai waktu untuk melangsungkan aqad nikah.

Kebiasaan tersebut tidak lepas dari anjuran para ulama yang bersumber dari ungkapan Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq yang dinikahi Baginda Nabi pada bulan Syawwal. Ia berkomentar, “Sesungguhnya pernikahan di bulan Syawwal itu penuh keberkahan dan mengandung banyak kebaikan.”

Namun, untuk menggapai kebahagiaan sejati dalam rumah tangga tentu saja tidak cukup dengan menikah di bulan Syawwal. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diamalkan secara seksama oleh pasangan suami istri agar meraih ketentraman (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), baik lahir maupun batin. Salah satunya –dan yang paling penting– adalah persoalan hubungan intim atau dalam bahasa fiqih disebut jima’.

Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim –menurut Islam– termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena jima’ dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan bani Adam.

Selain itu jima’ yang halal juga merupakan iabadah yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW.

Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.

Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri.

Wajahnya Muram
Muhammad bin Zakariya menambahkan, “Barangsiapa yang tidak bersetubuh dalam waktu lama, kekuatan organ tubuhnya akan melemah, syarafnya akan menegang dan pembuluh darahnya akan tersumbat. Saya juga melihat orang yang sengaja tidak melakukan jima’ dengan niat membujang, tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya muram.”
Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima’ juga bermanfaat terhadap kesehatan psikis pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.

Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh. Meski tidak semua hubungan seks pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faragj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri. Mengapa wajib? Karena faragh bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.

Namun, kepuasan yang wajib diupayakan dalam jima’ adalah kepuasan yang berada dalam batas kewajaran manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan praktik-praktik seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medis telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasaan dalam aktivitas seks (mashokisme), baik secara fisik maupun mental, yang belakangan kerap terjadi. Maka, sesuai dengan kaidah ushul fiqih “ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” (sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan perkara wajib, hukumnya juga wajib), mengenal dan mempelajari unsur-unsur yang bisa mengantarkan jima’ kepada faragh juga hukumnya wajib.

Bagi kaum laki-laki, tanda tercapainya faragh sangat jelas yakni ketika jima’ sudah mencapai fase ejakulasi atau keluar mani. Namun tidak demikian halnya dengan kaum hawa’ yang kebanyakan bertipe “terlambat panas”, atau –bahkan— tidak mudah panas. Untuk itulah diperlukan berbagai strategi mempercepatnya.

Dan, salah satu unsur terpenting dari strategi pencapaian faragh adalah pendahuluan atau pemanasan yang dalam bahasa asing disebut foreplay (isti’adah). Pemanasan yang cukup dan akurat, menurut para pakar seksologi, akan mempercepat wanita mencapai faragh.
Karena dianggap amat penting, pemanasan sebelum berjima’ juga diperintahkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).

Ciuman dalam hadits diatas tentu saja dalam makna yang sebenarnya. Bahkan, Rasulullah SAW, diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Dua hadits tersebut sekaligus mendudukan ciuman antar suami istri sebagai sebuah kesunahan sebelum berjima’. Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087).

Bau Mulut
Karena itu, pasangan suami istri hendaknya sangat memperhatikan segala unsur yang menyempurnakan fase ciuman. Baik dengan menguasai tehnik dan trik berciuman yang baik, maupun kebersihan dan kesehatan organ tubuh yang akan dipakai berciuman. Karena bisa jadi, bukannya menaikkan suhu jima’, bau mulut yang tidak segar justru akan menurunkan semangat dan hasrat pasangan. Sedangkan rayuan yang dimaksud di atas adalah semua ucapan yang dapat memikat pasangan, menambah kemesraan dan merangsang gairah berjima’. Dalam istilah fiqih kalimat-kalimat rayuan yang merangsang disebut rafats, yang tentu saja haram diucapkan kepada selain istrinya.

Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima’. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.

Syaikh Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari, “Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya.”

Berkat kebesaran Allah, setiap bagian tubuh manusia memiliki kepekaan dan rasa yang berbeda saat disentuh atau dipandangi. Maka, untuk menambah kualitas jima’, suami istri diperbolehkan pula menanggalkan seluruh pakaiannya. Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalm satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal, seyogyanya suami istri mengetahui dengan baik titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Maka diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai antara pasangan suami istri, untuk menemukan titik-titik tersebut, agar menghasilkan efek yang maksimal saat berjima’.

Diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang tengah berjima’ untuk mendesah. Karena desahan adalah bagian dari meningkatkan gairah. Imam As-Suyuthi meriwayatkan, ada seorang qadhi yang menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah. Sang qadhi pun menegurnya. Namun tatkala keesokan harinya sang qadhi mendatangi istrinya ia justru berkata, “Lakukan seperti yang kemarin.”

Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu posisi bersetubuh. Kebetulan Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu farji. Bukan yang lainnya. Allah SWT berfirman, “Istri-istrimu adalah tempat bercocok tanammu, datangilah ia dari arah manapun yang kalian kehendaki.” QS. Al-Baqarah (2:223).

Posisi Ijba’
Menurut ahli tafsir, ayat ini turun sehubungan dengan kejadian di Madinah. Suatu ketika beberapa wanita Madinah yang menikah dengan kaum muhajirin mengadu kepada Rasulullah SAW, karena suami-suami mereka ingin melakukan hubungan seks dalam posisi ijba’ atau tajbiyah.

Ijba adalah posisi seks dimana lelaki mendatangi farji perempuan dari arah belakang. Yang menjadi persoalan, para wanita Madinah itu pernah mendengar perempuan-perempuan Yahudi mengatakan, barangsiapa yang berjima’ dengan cara ijba’ maka anaknya kelak akan bermata juling. Lalu turunlah ayat tersebut.

Terkait dengan ayat 233 Surah Al-Baqarah itu Imam Nawawi menjelaskan, “Ayat tersebut menunjukan diperbolehkannya menyetubuhi wanita dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Adapun menyetubuhi melalui dubur tidak diperbolehkan, karena itu bukan lokasi bercocok tanam.” Bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan.

Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud menambahkan, “Kata ladang (hartsun) yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan, wanita boleh digauli dengan cara apapun : berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap atau membelakangi..”

Demikianlah, Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, lagi-lagi terbukti memiliki ajaran yang sangat lengkap dan seksama dalam membimbing umatnya mengarungi samudera kehidupan. Semua sisi dan potensi kehidupan dikupas tuntas serta diberi tuntunan yang detail, agar umatnya bisa tetap bersyariat seraya menjalani fitrah kemanusiannya.

OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT

HABATUSSAUDA  adalah obat segala macam penyakit yang  mengandung Omega 3, Omega 6 dan 15 asam amino serta beberapa nutrisi penting untuk tubuh.
Khasiat dan Kegunaannya:
untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit ringan dan kronis seperti : rematik, asam urat, peradangan sendi, tenggorokan, migrain, exim, berbagai alergi, gangguan jantung, batu empedu, gangguan ginjal, liver, kencing manis, TBC, paru-paru kronis, sesak nafas, asthma, stroke, menstabilkan kolesterol, darah tinggi, darah rendah, anemia, kanker, membuang racun dalam tubuh, meningkatkan ASI, daya tahan tubuh dan stamina.

Rasulullah bersabda : “Tidak ada satupun penyakit melainkan di dalam habbatus sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian.” (HR. Muslim)

Dari `Aisyah radhiyallahu `anha, Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Khalid bin Sa’ad): “apa itu as-Saam?” dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): “Kematian”. (HR. Bukhari)

Nigella sativa itulah nama latinnya. Bentuknya berupa biji kecil-kecil berwarna hitam makanya orang arab menamakannya habbatus sauda yang berarti biji hitam. Biji yang kecil ini ternyata subhanallah mengandung berbagai zat yang sangat diperlukan oleh tubuh. Bahkan pada penelitian terakhir disebutkan kalau biji hitam ini mampu meningkatkan sistem imun tubuh, jadi bagi pengkonsumsinya akan jarang sakit.

Kandungan habbatus sauda :

Monosaccharide glukosa, xylosa, polysaccharide, asam lemak tak jenuh (unsaturated essential fatty acids, EFA). EFA tidak bisa dihasilkan oleh badan kita oleh itu sumber utamanya ialah dari makanan. Juga ada asam amino yang membentuk protein, karotene yaitu sumber vitamin A, kalsium, zat besi, dsb.

Detoksifikasi pada Pengobatan Alami Habbatus sauda
(Proses Pengeluaran Racun dari Tubuh)

Salah satu efek dari mengkonsumsi habbatussauda adalah terjadi proses detoksifikasi (detoks) yaitu proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita.

Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi). Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia).

Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkan dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada di usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita.

Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degenratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan antara lain:
• Meremajakan sel-sel sehingga kulitpun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
• Menurunkan kelebihan berat badan
• Meningkatkan energi
• Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran
• Pengerutan tumor (jika ada)
• Peradangan pada kelenjar getah bening hilang
• Melancarkan peredaran darah dan getah bening
• Memperbaiki daya ingat
• Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dan sebagainya
• Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah
• Memperbaiki fungsi liver dan ginjal
• Meningkatkan daya tahan tubuh

Sedangkan krisis penyembuhan yang biasa terjadi sebagai reaksi dari proses detoksifikasi antara lain:
• Gejala demam atau flu
• Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (susah buang air besar). Jika terjadi sembelit, bias dibantu dengan enema atau kolonhidroterapi (cuci usus)

• Nyeri otot atau sendi

• Sakit kepala atau migraine (umumnya pada perokok dan peminum alkohol)

• Mual-mual atau kembung

• Lesu

• Banyak mengeluarkan riak atau lender

• Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah dengan kulit

• Nafas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)

• Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)

• Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)

Krisis penyembuhan ini tidak berlangsung lama, akan berakhir 2-3 hari tergantung pada kondisi kesehatan seseorang.

Tidak semua orang yang mengkonsumsi produk habbatus sauda ini mengalami proses detoksifikasi, tergantung kondisi daya tahan tubuh (imunitas) yang dimiliki.

Pada saat terjadi proses detoksifikasi atau timbulnya berbagai gejala sebagai reaksi atau bukti bereaksinya habbatus sauda, tindakan yang dilakukan adalah:
• Tidak usah khawatir, karena hal ini adalah bukti bereaksinya/bekerjanya habbatus sauda di dalam tubuh kita.
• Teruskan minum habbatus saudanya jangan dihentikan
• Perbanyak minum air putih
• Kurangi dosis pemakaian, misalkan dari 2×2 kapsul sehari menjadi 2×1 kapsul atau 1×2 kapsul sehari

DAFTAR ALAMAT LOKASI/TEMPAT UJIAN TULIS CPNS SELURUH SUMATERA UTARA TANGGAL 16 DESEMBER 2008

PEMKAB  DAIRI
Aula kantor bupati Jl Sisingamangaraja No 127 Sidikalang

PEMKAB TAPANULI SELATAN
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
Jalan Kenanga No. 2 Padangsidimpuan

PEMKAB PAKPAK BHARAT
Komplek Panorama indah sindeka kantor kepegawaian daerah kab Pakpak Bharat

PEMKAB SERDANG BEDAGAI
Yayasan Perguruan YAPIM Jalan Medan-Tebingtinggi

PEMKAB MADINA
Komplek Perkantoran Paya Loting Panyabungan (Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Mandailing Natal)

PEMKAB SIMALUNGUN
Kantor BKD Simalungun di Pematang Raya

PEMKO PEMATANGSIANTAR
Kantor BKD Kota Pematang Siantar di jalan Adam Malik Pematang Siantar

PEMKAB LABUHAN BATU
kantor BKD Labuhan Batu Jalan. H Achmad Idris Rantau Prapat

PEMKAB KARO
Kantor BKD Jalan Pahlawan Kabanjahe

PEMKAB TAPANULI UTARA
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Taput, Jalan SM Raja No. 100 Tarutung

PEMKO BINJAI
Pemerintah Kota Binjai
Jl. Jend. Sudirman no. 6 Binjai Sumatera Utara

PEMKAB SAMOSIR
Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Samosir Jl. Raya Rianiate KM 5,5 Pangururan.

PEMKAB LANGKAT
Kantor BKD Langkat, Jalan Perintis Kemerdekaan No 5, Stabat.

PEMKAB DELISERDANG
Stadion Baharuddin Siregar dan Gedung Cadika Pramuka, Lubuk Pakam

ALAT PENGAMAN VAGINA (ALAT PENJEBAK PARA PEMERKOSA)

Sebenarnya alat ini untuk mengamankan vagina dari pemerkosaan. Ini adalah pengamanan tingkat terakhir jika pengamanan yang lain sudah tidak mempan. Diusahakan setiap wanita memakai alat ini.

Dianjurkan agar negara kita juga memproduksi alat ini secara massal dan harganya murah sehingga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

rapex_12Alat ini bernama rapex yaitu sebuah nama dagang bagi kondom yang fungsinya lebih sebagai alat pengaman gangguan pemerkosaan, bukan mencegah kehamilan. rapex diciptakan pertama kali di afrika selatan oleh sonet ehlers sebagai salah satu solusi perlindungan perempuan mengingat tingginya kasus perkosaan disana.

fisik rapex sedemikian rupa dilengkapi duri2 logam mikroskopis di area dalam latex sehingga jika mr “p” masuk akan dijepit, ditusuk, dilukai, dan tidak akan lepas dari perangkap tersebut tanpa melalui operasi kecil [kecuali jika ingin mengalami cacat]. luka tidak permanen tetapi cukup menyakitkan dan memberi waktu kepada korban untuk melarikan diri.

metoda pemakaian dengan memasukkan ke daerah kewanitaan mirip tampon, tidak disarankan bagi yang belum menikah [tepatnya masih ting-ting]. penting bagi perempuan dengan profesi riskan terhadap gangguan sang hidung belang atau yang merasa dan bersiap-siap akan menjadi korban hi.. hi.. [lebih tepat disebut sebagai alat penjebak… kali ya..]
tapi hati-hati, sanksi untuk tujuan ini sangat berat…

karena pemerkosaan tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, rapex didesain nyaman untuk pemakaian harian.

bagi kaum adam, untuk mengetahui sejauh mana rapex bekerja dan dapat melumpuhkan anda, tertarik untuk mencobanya?

SUMBER: http://mariarina.wordpress.com

FOTO CIUMAN ANGGOTA DPRD LANGKAT BEREDAR DI BLOG.

Blog sebagai media penyampai berita yang bersifat mandiri dan bebas sudah menjadi media yang murah dan gampang untuk menyampaikan segala macam berita di dunia ini. Baik itu berita fakta ataupun gosif.
Ini menandakan bahwa Allah sudah tidak mau lagi menutupi aib-aib atau kesalahan kita. Kesalahan atau dosa yang kita kerjakan tidak bisa lagi disembunyikan karena Allah akan memberitahukannya.
Maka hati-hatilah para pendosa karena dosa-dosa anda di dunia ini sudah dapat diketahui oleh masyarakat melalui segala macam media teknologi yang diciptakan manusia atas izin Allah SWT.

KAMBING QURBAN HIDUP LAGI JADI TONTONAN WARGA

Jombang (ANTARA News) – Kambing kurban yang sudah disembelih kemudian hidup lagi di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjadi tontonan warga.

Hingga Senin sore ratusan warga tampak antusias menyaksikan kambing yang terluka pada bagian lehernya itu di halaman musala Dusun Bapang setelah mendengar kabar adanya keajaiban itu.

Peristiwa itu bermula ketika panitia penyembelihan hewan kurban di musala Dusun Bapang menyembelih seekor kambing kurban dari Umul (25), warga dusun setempat, usai salat Iduladha, Senin pagi.

Kambing tersebut sempat terdiam beberapa saat setelah bagian lehernya disembelih. Secara tiba-tiba kambing tersebut bangkit lalu berjalan sambil mengembik seperti saat masih hidup, meski lehernya terluka dengan darah terus menetes.

Sontak jemaah musala itu pun kaget menyaksikan pemandangan aneh tersebut. Dalam waktu relatif singkat, kabar mengenai adanya binatang ajaib itu pun tersiar luas di masyarakat.

“Sungguh saya tidak mengira, jika kambing yang disembelih itu ternyata hidup lagi,” kata Ali Badrun selaku panitia penyembelihan hewan kurban di musala Dusun Bapang.

Panitia penyembelihan binatang kurban itu pun kemudian berinisiatif mengeluarkan kotak amal, mengingat warga dari beberapa desa di sekitar Dusun Bapang secara bergelombang mendatangi musala itu untuk menyaksikan kambing kurban yang hidup lagi itu.

“Kalau sampai besok pagi kambing itu tidak mati, maka panitia akan menyembelih ulang,” kata Ali Badrun.(*)

Gereja Amerika Ijinkan Umat Islam Shalat Isya dan Subuh

Sumber Berita :Antara
Wisconsin (ANTARA News) – Sebuah gereja di Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam melaksanakan shalat dua kali sehari.

“Kami merasa berterima kasih kepada gereja itu,” kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat.

Gereja Presbiterian di Kota Franklin, Wisconsin selatan, itu telah mengijinkan kaum Muslimin setempat melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, seperti dilaporkan IINA.

Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di ruangan Sekolah Minggu gereja itu untuk melaksanakan shalat Subuh dan Isya.

Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup pengeluaran gereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid terdekat di kawasan itu.

Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di rumah, di luar rumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam Milwaukee.

Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat berjamaah dan lima perjalanan per hari ke mesjid sangat membebani pengeluaran mereka, kata mereka.

Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan mereka untuk memenuhi kewajiban mereka dan jaraknya dekat dengan rumah atau tempat kerja mereka.

Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga Muslim. (*)

MANUSIA PERTAMA BELAJAR MENGUBURKAN MAYAT DARI SEEKOR BURUNG GAGAK

Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah Ayat 31:

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya[410]. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

[410]. Dipahami dari ayat ini bahwa manusia banyak pula mengambil pelajaran dari alam dan jangan segan-segan mengambil pelajaran dari yang lebih rendah tingkatan pengetahuannya.

SEJARAH MANUSIA PERTAMA YANG MELAKUKAN KURBAN DAN MANUSIA PERTAMA YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN DI DUNIA

Firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Maidah Ayat 27 sampai 30

27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.”
28. “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”
29. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”
30. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.

Dari ayat diatas diketahui bahwa :
Manusia pertama yang melakukan kurban adalah Habil dan Qabil anak dari nabi Adam AS.
Manusia pertama yang melakukan pembunuhan adalah Qabil yang membunuh saudaranya yaitu Habil, karena iri karena kurbannya tidak diterima Allah SWT.