MANUSIA BERAGAMA TAPI ALERGI AGAMA (ZAMAN JAHILIYAH PART II)


Sungguh mengherankan kehidupan manusia sekarang ini. Mereka mengaku beragama tapi alergi terhadap agama dan segala yang berbau agama. Jika ada komentar ,obrolan, nasehat atau tulisan tentang agama langsung saja mereka alergi dan langsung berkomentar sinis “Sok alem kali loe”, “muna loe”,dll.

Agama hanya dibutuhkan saat manusia mau kawin dan mati baru sibuk cari orang yang tahu agama untuk mengurusi masalah tersebut. Benar kali ya.. 🙂

Gejala apakah ini..?

Sekarang kita telah memasuki zaman jahiliyah part II.

Pada zaman jahiliyah part II ini lebih dasyat dan lebih bejat dari zaman jahiliyah part I. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa berikut ini:

Bukti 1.
Pada zaman jahiliyah part 1, manusia menyembah tuhan yang banyak yaitu berhala-berhala,patung-patung emas dan dipajang di rumah-rumah mereka atau tempat-tempat ibadah mereka. Mereka berani mati berperang demi mempertahankan berhala yang dipujanya.
Pada zaman jahiliyah part II. Manusia mengaku menyembah tuhan yang maha esa (tuhan yang satu), tetapi dihati manusia lebih mempertahankan dan berani mati hanya untuk membela harta, jabatan,pangkat dan wanita-wanita yang lebih dicintainya. Sedangkan untuk membela tuhan mereka hanya nato saja.(barangkali karena tuhannya gak nampak ye jadi mereka memang lebih membela dan mempertahankan yang nyata-nyata saja…).

Bukti 2.
Zaman Jahiliyah Part 1, manusia mengagungkan pemimpin dan menuruti semua aturan pemimpin yang dianggapnya Nabi atau wakil tuhannya di dunia. Merka membela mati-matian pemimpin yang diangkat secara turun temurun dan tidak pernah berkelahi untuk mengangkat pemimpin dari sukunya dan pemilihannya berdasarkan turun temurun dan jika keturunannya banyak diuji dengan adu fisik siapa yang paling jago dia jadi pemimpin.
Pada Zaman jahiliyah part II. Tak ada pemimpin yang dihormati rakyatnya, banyak rakyat melecehkan dan menjelek2 para pemimpinnya sendiri tidak patuh kepada aturan pemimpin. Pemimpin pun dipilih siapa yang paling banyak hartanya dan siapa yang bisa menipu rakyatnya. Dengan pemimpin yang nampak dan masih hidup saja mereka tidak mau nuruti aturan dan perintahnya apalagi dengan pemimpin yang tidak kelihatan yaitu nabi yang diakuinya sebagai pesuruh dan wakil tuhan untuk menuntun manusia agar bahagia di dunia dan diakherat. Yah seperti tadi pemimpin yang masih hidup saja berani menghina dan mengejek apalagi pemimpin yang sudah meninggal.

Bersambung….Bukti III

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s