Polisi Ungkap Kasus Prostitusi via Internet


Jakarta, (Analisa)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktek prostitusi melalui internet atau sering disebut cyber sex.

“Saat ini baru satu tersangka yang kami tahan. Masih ada kemungkinan tersangka lainnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Raja Erizman di Jakarta, Selasa.

Dalam pengungkapan kasus ini seorang tersangkanya berhasil diamankan yakni Albert Timotius (27) yang bertindak sebagai germo beserta tiga wanita penghiburnya yang saat ini masih dijadikan saksi. Polisi masih enggan menyebutkan identitas tiga wanita ini.

Pengungkapan berawal dari pengakuan tiga saksi wanita yang telah ditangkap di sebuah hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Penangkapan ini dimulai setelah polisi melakukan browsing di situs internet www. wanita18.com. Setelah itu, polisi mencoba melakukan transaksi beberapa kali hingga berhasil menangkap tiga wanita penghibur itu.

“Sudah tiga kali kami gagal untuk ketemu sama pelaku dan baru keempat kalinya ini kami berhasil menangkap ketiganya di sebuah hotel di Mangga Besar,” ujarnya.

Dari keterangan ketiga saksi ini Polisi mendapatkan nama Albert Temotius yang beralamat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan sebagai pengelola atau germo. Setelah mendapat data akurat, Polisi kemudian menyambangi rumah pelaku itu dan menangkapnya, pada Senin (17/11) malam untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya tersebut.

Kepada Polisi, Albert mengaku melakukan binis haramnya ini sejak 2007 meski situs tersebut sudah dibukanya sejak 2005. Dalam perekrutan calon wanita penghibur, pelaku awalnya melakukan chating. Kemudian menawarkan profesi tersebut dengan tarif Rp800 ribu hingga Rp1,6 juta per sekali kencan dengan pembagian Rp300 ribu untuk germo dan Rp500 ribu untuk wanita penghiburnya.

Setelah terjalin kesepakatan, calon-calon wanita penghibur ini diminta untuk mengirimkan foto yang nantinya akan dipajang di situs itu. Nantinya jika ada lelaki yang mengajak berkencan bisa langsung membayar tunai maupun melalui rekening bank.

“Ini pertama kalinya kami mengungkap kasus ini. Ada puluhan wanita yang ditampilkan dalam situs itu tapi kami baru menangkap tiga orang. Masih banyak situs seperti itu tetapi perlu proses untuk mengungkap itu,” ujarnya.

Raja juga mengatakan, selain memerlukan proses panjang untuk mengungkap kasusnya, polisi juga harus kerja keras untuk mengidentifikasi register pengelola yang diketahui sebagian besar adalah data palsu.

Sementara itu terhadap pelaku saat ini Polisi menjerat dengan pasal 296 tentang pencabulan dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan pasal 506 KUHP dengan ancaman satu tahun penjara. (Ant)

Iklan

2 tanggapan untuk “Polisi Ungkap Kasus Prostitusi via Internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s