BARACK OBAMA MENANG INDONESIA IKUT SENANG, DOWNLOAD FOTO DAN ARTIKEL KELUARGA BESAR OBAMA DI SINI (UPDATE)

Barack Obama resmi menang menjadi presiden AS. Suatu prestasi yang mengagumkan dan membanggakan bagi keturunan kulit hitam yang bisa menjadi Presiden di AS.
Rakyat Indonesia juga merasa senang karena Obama waktu kecil pernah tinggal di Indonesia dan punya ayah tiri asli orang Indonesia.

Anda ingin mengetahui lebih lanjut artikel dan foto keluarga besar Barack Obama silakan download di sini
Artikel dan Foto Keluarga Besar Barack Obama

Hukum waris Islam mengatur atau memaksa?

Hukum waris Islam mengatur atau memaksa?
Friday, 31 October 2008 06:05 WIB
WASPADA ONLINE

“Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.” (Q. S. An-Nisa’: 7).

Oleh Achmad Yani, ST., M. Kom

Agama Islam pada dasarnya dapat dibagi atas lima komponen. Yakni adalah Imaniyah (Tauhid, Aqidah), Ibadah, Muamalah, Muasyarah, dan Akhlaq. Bagi umat Islam, idealnya tentu mengamalkan semua bagian agama ini secara menyeluruh (kaffah) sesuai dengan tuntunan yang berasal dari sumber hukum Islam sendiri, yaitu Al Qur’an dan Hadis.

Untuk dapat mengamalkan semua bagian agama ini, harus dimulai dari pengetahuan tentang aturan-aturan (syariat) yang berlaku. Dalam bab imaniyah misalnya, sejak dini kita telah diajarkan oleh orang tua kita tentang Rukun Iman yang berisi enam hal pokok yang harus diimani oleh setiap muslim, yaitu iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, dan Qadar. Demikian pula, bab ibadah mengenal adanya Rukun Islam yang mencakup lima kewajiban dasar seorang muslim, yaitu Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji. Bagaimana halnya dengan bab muamalah, muasyarah dan akhlaq?

Pada tulisan ini hanya akan disorot masalah hukum waris Islam yang sering disebut hukum faraidh. Hukum waris dapat dimasukkan dalam bab muamalah. Secara umum, bab muamalah berkaitan dengan pengaturan transaksi atau perpindahan harta benda di antara sesama muslim. Menurut Prof. Dr. Amir Syarifuddin, hukum kewarisan Islam didefinisikan sebagai seperangkat peraturan tertulis berdasarkan wahyu Allah SWT dan Sunnah Nabi SAW tentang hal ihwal peralihan harta atau yang berwujud harta dari yang telah mati kepada yang masih hidup, yang diakui dan diyakini berlaku dan mengikat untuk semua yang beragama Islam.

Pada dasarnya, kalau dianalisis lebih lanjut, hukum waris memiliki dasar hukum (dalil) yang kuat, yaitu Al Qur’an pada Surat An-Nisa’: 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 33, 176, Surat Al-Anfal: 75, dan beberapa (tidak banyak) hadits Nabi SAW. Secara tegas, Allah memberikan janji surga bagi yang mengamalkan hukum ini melalui Surat An-Nisa: 13, dan ancaman neraka bagi pelanggarnya melalui Surat An-Nisa’: 14. Adapun Surat An-Nisa’: 11, 12, dan 176 yang merupakan ayat-ayat waris utama, memberikan rincian ahli waris dan bagian masing-masing dalam angka pecahan, yaitu 1/2, 1/4, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6.

Dari ayat-ayat tentang waris, dapat dipahami bahwa peralihan harta dari yang meninggal (pewaris) kepada yang hidup (ahli waris) berikut jumlah bagiannya terjadi tidak atas kehendak pewaris maupun ahli waris, tetapi atas kehendak Allah melalui Al Qur’an. Ini mengandung arti bahwa terjadinya waris mewarisi dan aturan-aturan yang berkaitan dengannya adalah bersifat memaksa. Dalam terminologi ilmu hukum, dikenal dua sifat hukum, yaitu hukum yang ‘memaksa’ dan hukum yang ‘mengatur’. Hukum disebut bersifat ‘memaksa’ apabila ketentuan hukum yang ada tidak dapat dikesampingkan, yaitu, perintah atau larangan hukum tersebut -tidak bisa tidak- harus ditaati. Seandainya tidak ditaati, maka dapat dikategorikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang dapat dikenakan sanksi atau hukuman tertentu.

Dalam pengertian hukum yang bersifat ‘mengatur’, maka hukum yang ada dapat dikesampingkan (tidak dipedomani) seandainya para pihak berkeinginan lain sesuai dengan kesepakatan atau musyawarah di antara mereka. Dalam hal ini, kalau pun tidak dilaksanakan ketentuan hukum yang ada, perbuatan tersebut tidak dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum karena sifatnya yang (sekedar) mengatur itu.Secara hukum, ternyata tidak ada satu ketentuan pun (nash), baik dalam Al Qur’an maupun Hadits Nabi SAW, yang menyatakan bahwa membagi harta warisan menurut ketentuan hukum waris Islam itu tidak wajib. Bahkan sebaliknya, Allah telah menyatakan kewajibannya seperti dapat dilihat pada ayat-ayat waris yang telah disebutkan sebelumnya. Ayat-ayat waris ini jelas menunjukkan kekuatan atau kewajibannya. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud, “Bagilah harta warisan di antara para ahli waris menurut Kitabullah (Al Qur’an).”

Sebenarnya, aturan-aturan berkenaan dengan pembagian warisan menurut syariat Islam secara keseluruhan begitu sederhana dan mudah dipahami. Sayangnya, hukum waris ini terlanjur diasumsikan sebagai sesuatu yang sulit dan hanya dapat dipahami oleh orang-orang tertentu. Memang, sesuai dengan salah satu hadits Nabi SAW, ilmu faraidh telah dinyatakan sebagai ilmu yang pertama kali akan dicabut dari umat ini pada akhir zaman nanti. Hal ini telah terbukti karena begitu langkanya orang yang mau mendalami ilmu ini. Padahal, Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk mempelajari dan mengajarkan ilmu faraidh. Jadi, dapat dipahami bahwa melaksanakan hukum waris (dalam arti melaksanakan pembagian warisan menurut syariat Islam) sama wajibnya dengan mempelajari dan mengajarkan hukum waris itu sendiri.

Dari uraian di depan, dikaitkan dengan sifat hukum yang telah dikemukakan, maka hukum waris Islam yang telah diatur oleh Allah SWT merupakan ketentuan hukum yang bersifat memaksa. Karena itu, wajib bagi setiap pribadi muslim untuk mengamalkannya. Bahkan, dengan mengacu kepada sumber hukum asalnya, pelanggaran terhadap pelaksanaan hukum waris Islam dikenakan sanksi langsung oleh Allah SWT -meskipun bukan di dunia ini- di akhirat kelak menurut Surat An-Nisa’: 14. Setelah memperbincangkan dan memahami kekuatan hukum waris Islam, selayaknya tidak ada alasan lagi bagi setiap muslim untuk mengambil hukum waris lain selain hukum waris Islam. Ketaatan seorang muslim dalam melaksanakan hukum waris Islam, seperti halnya hukum syariat lainnya, merupakan tolok ukur dari kadar keimanannya kepada Allah Yang Maha Bijaksana. Hendaknya setiap pribadi muslim menyadari bahwa mengambil hukum selain hukum yang berasal dari Allah SWT dapat dikategorikan ke dalam salah satu dari tiga macam sebutan ini: kafir, zhalim, atau fasik (lihat Surat Al-Maidah: 44, 45, 47). Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita tidak tergolong hamba Allah yang mendapat tiga macam sebutan ini.

Dengan adanya Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, maka hukum kewarisan Islam menjadi hukum positif di Indonesia, khususnya bagi umat Islam. Dalam perkembangannya, hukum kewarisan Islam sebagai hukum positif diwujudkan dalam bentuk tertulis berupa Kompilasi Hukum Islam (KHI). KHI disebarluaskan melalui Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991. Meskipun oleh sebagian pihak KHI ini tidak diakui sebagai hukum perundang-undangan (karena memang KHI belum berwujud undang-undang, sehingga statusnya masih di bawah undang-undang), para pelaksana di peradilan agama telah sepakat menjadikannya sebagai pedoman dalam penyelesaian perkara di pengadilan.

Di dalam KHI yang memuat tiga buku, hukum waris Islam dicantumkan dalam Buku Kedua tentang Hukum Kewarisan. Hukum Kewarisan yang diatur dalam Pasal 171 sampai dengan 193 pada umumnya telah sesuai atau sejalan dengan hukum faraidh Islam. Namun demikian, ada beberapa pasal krusial yang perlu diperhatikan, yaitu Pasal 173 tentang halangan mewarisi, Pasal 177 tentang kewarisan bapak, Pasal 183 tentang perdamaian dalam pembagian warisan dan Pasal 185 tentang ahli waris pengganti.

Di masa mendatang, diharapkan hukum kewarisan Islam diterapkan dengan menyiapkan perangkat hukum dalam bentuk undang-undang yang memiliki kekuatan hukum yang jelas. Selanjutnya di dalam rumusan undang-undang ini hendaknya dihindarkan adanya opsi (pilihan) untuk menggunakan hukum waris di luar hukum waris Islam bagi umat Islam. Yang penting, pelanggaran terhadap undang-undang ini hendaknya diberikan sanksi yang sesuai. Dengan cara ini, maka upaya mencari kepastian hukum dapat ditegakkan. Insyaallah.

Penulis adalah dosen pada Politeknik Negeri Medan, dan pembuat software Sistem Pakar Faraidh Islam Versi 1.0.

SURAT PALSU ANCAMAN AMROZI BUNUH PRESIDEN SBY HEBOHKAN ISTANA (SCAM,SPAM)

Amrozi Tak Pernah Membuat Surat Ancaman Bunuh Presiden
KESRA– 4 NOVEMBER: Di tengah munculnya wasiat — yang diragukan keasliannya — yang mengastanamakan Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra, muncul sebuah surat dari Amrozi tertanggal 21 September 2008. Surat ini asli tulisan tangan Amrozi.
Foto kopi surat Amrozi itu didapatkan detik.com , Selasa (4/11/2008). Surat itu diawali dengan tulisan basmalah (bismillahirrahmanirrahiem) dalam huruf Arab dan dilanjutkan dengan hamdalah dan salawat kepada Rasulullah.
Surat ini ditulis Amrozi pada 21 September 2008 di LP Batu Nusakambangan dengan menggunakan tulisan tangan. Tidak ada ancaman bunuh-membunuh dalam surat Amrozi ini.

Berikut isi surat selengkapnya:

Assalamualaikum Wr Wb
Alhamdulillah wassalaatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasahbihi wa man walah. Amma ba’du:

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih dalam keadaan sehat walafiat, sehat rohani maupun jasmani, lahir maupun batin.

Kemudian untuk menanggapi tentang eksekusi, sebetulnya saya tidak pernah berfikir tentang itu. Sebab kalaupun jadi saya diekesekusi – ini urusan mati – sedangkan mati adalah urusan Allah Ta’ala.

Bagi saya ini hanyalah resiko jihad. Sebab saya sadar bahwa yang nama jihad itu adalah membunuh ataupun dibunuh.

Maka dari itu, seandainya saya jadi dieksekusi, insya Allah saya sahid. Sebab saya yakin yang akan mengeksekusi adalah tentara-tentara Thoghut dan musuh-musuh Allah Taala.

Ada pun soal PK, saya akan usahakan bersama-sama tim pengacara saya. Sebab hukum yang dijatuhkan kepada saya tidak sesuai dengan hukum Thoghut sendiri, apalagi dengan hukum Islam.

Sekian….

Lapas NK Batu
21/9/2008

Amrozi

Saat dikonfirmasi mengenai surat ini, Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta membenarkan bahwa surat tersebut merupakan surat asli dari Amrozi. “Kalau itu memang benar dari Amrozi,” kata dia.

Mengenai adanya surat atau wasiat yang mengatasnamakan Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas, yang di dalamnya merencanakan pembunuhan terhadap para pejabat, Mahendradatta menegaskan bahwa surat itu palsu. “Tolol kalau mainan preman pasar macam begitu dipercaya,” ujar Mahendra. (hr)

DOWNLOAD SURAT ANCAMAN AMROZI CS

Foto Mayat Imam Samudra

Download Video Eksekusi Mati Amrozi
Jejak Pendapat Tentang Kematian Amrozi

ANCAMAN AMROZI CS,SMS ANCAMAN BOM,SMS TEROR,SMS ANEH, SMS MERAH,SMS PEMBUNUH , DOWNLOAD SURAT ANCAMAN AMROZI CS

SMS Bom-Ancaman ‘Amrozi’ Sulit Dilacak
Laela Zahra

Abubakar Nataprawira
(Inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Teror cukup marak terjadi menjelang eksekusi Amrozi. Ada SMS bom Kedubes AS dan Australia, ada ancaman pembunuhan SBY-JK melalui internet yang mengatasnamakan Amrozi cs. Siapa pelakunya? Sayang, Polri mengaku masih kesulitan melacaknya.

“Agak kesulitan karena HP itu dipegang pribadi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di kantornya, Jakarta, Rabu (5/11). Dengan begitu, polisi masih menyelidiki siapa orang yang mengirim SMS ke call center Polda Metro Jaya 1717.

Untuk itu Abubakar meminta kepada masyarakat agar tidak perlu panik terkait ancaman bom di sejumlah obyek keramaian. Karena pesan teror tersebut tidak jelas kebenarannya.

“Masyarakat tidak perlu resah. Silakan melakukan aktivitasnya sehari-hari. Kita Polri akan meningkatkan siaga pengamanan,” kata Abubakar.

Sedangkan surat ancaman pembunuhan melalui situs http://www.foznawarabbilkakbah.com, menurut dia, juga masih dilacak. Bahkan orang yang membuatnya disebut sebagai orang yang pintar.

“Dia pinter juga, kemarin dia langsung kan http://www.foznawarabbilkakbah.com. Setelah saya buka, dia kan sudah menyebar ke semua dotcom, yang lain sudah disebar. Malah setelah saya pencet sesuai dengan itu alamat emailnya, sudah ditutup. Karena kalau dia buka itu kan mudah dilacak. Yang jelas polisi akan menangani dengan serius,” urai Abubakar.

Surat ancaman di situs tersebut diteken Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra. Mereka menyerukan kepada umat Islam agar melakukan aksi balas dendam dan membunuh para pejabat Indonesia yang terlibat dalam eksekusi trio terpidana mati bom Bali tersebut.

Selain SBY-JK, turut disebut Menkum HAM Andi Mattalatta, Jaksa Agung Hendarman Supandji, dan Jampidum Kejagung Abdul Hakim Ritonga. Nama Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi juga disebut dalam surat pernyataan yang tertulis dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris tersebut.

FIRMAN ALLAH SWT: QS: An Nuur 52:

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan[1046].

[1046]. Yang dimaksud dengan takut kepada Allah ialah takut kepada Allah disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan takwa ialah memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi.

BAGI ORANG YANG HANYA TAKUT KEPADA ALLAH MAKA SEMUA MAKHLUK AKAN TAKUT KEPADANYA. BAGI ORANG YANG TIDAK TAKUT KEPADA ALLAH, MAKA SEMUA MAKHLUK AKAN MENAKUT-NAKUTINYA.

DOWNLOAD SURAT ANCAMAN AMROZI CS

Pro Kontra Eksekusi Mati Amrozi CS

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 142 yang artinya:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

[232] Jihad dapat berarti: 1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam; 2. memerangi hawa nafsu; 3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; 4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.

Apakah memang benar Amrozi CS itu mujahidin atau akan mati sahid dan masuk Surga. Hanya Allah saja yang maha tahu dan kita sebagai manusia tidak berhak untuk menghakimi mereka.
Sebagai manusia biasa Allah menghendaki agar kita berharap akan keridoan dan surganya Allah dan takut dan cemas akan siksa dan azab serta murka Nya Allah SWT. Jka ada dua perasaan ini dihati kita maka Allah yang akan menyelamatkan kita.

Sebagai manusia biasa kita tidak boleh merasa bahwa kita sudah menjadi ahli surga… apabila ada perasaan itu dihati kita. Itu merupakan penyakit yang perlu diwaspadai.

Masalah pro dan kontra eksekusi mati Amrozi CS, sudah dijawab Allah dalam ayat al Qur’an diatas. Kita tidak berhak mencampuri urusan yang sudah menjadi hak mutlak Allah SWT. Pengertian jihad juga ada di tafsir Al Qur’an. kita bisa menilai diri kita sendiri apakah kita sudah berjihad atau belum. Hukukm di dunia ini memang jarang ada yang memberikan keadilan. Di dunia ini yang ada hanya pengadilan sedangkan keadilan belum tentu ada.
Jika para petugas yang telah diberi wewenang dan telah disumpah atas nama Allah dan di bawah kitab suci Al’Qur’an, sedangkan mereka tidak bisa melaksanakannya dengan baik maka hanya Allah saja yang bisa menghukumnya.
Allah berfirman dalam surat An Nahal ayat 91 yang artinya:

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.