Ketika Ramadhan Telah Pergi

Ketika Ramadhan telah pergi
Hati ini begitu sedih…

Betapa hati tak kan sedih
Melihat mesjid kosong kembali
Maksiat tak sembunyi-sembunyi lagi

Pada bulan Ramadhan
Ibadah wajib nilainya 70 kali
Ibadah sunat nilainya sama dengan ibadah wajib
Ketika Ramadah telah pergi
Hati ini bertambah sedih
Betapa hati tak kan sedih
Nilai ibadah normal kembali

Ketika  Ramadhan telah pergi
Syetan – syetan membebaskan diri
Menggoda manusia yang telah suci
Agar melakukan maksiat lagi

Ketika Ramadhan telah pergi
Harapkan ampunan dari Illahi
Harapkan sgala ibadah di ridhoi
Harapkan bersua Ramadhan lagi…

Ketika Ramadhan telah pergi
Khilaf telah melukai hati
Pada sesama makhluk Illahi
Mohonkan maaf di dalam hati

MARI RAYAKAN IDUL FITRI 1429H
DENGAN TEKAD MERUBAH DIRI
LEBIH TAAT PADA ILLAHI.

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.

HUBUNGAN INTIM DI SURGA

Dalam menafsirkan firman  Allah yang berbunyi

 ” Sesungguhnya penghuni surga itu bersenang-senang dalam kesibukkan” (QS. Yaa siin:55)

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Al Auza’i dan Muqatil berkata “Kesibukkan mereka adalah memecah keperawanan istri-istrinya”. Rasulullah SAW bersabda tentang hubungan jimak para penghuni surga, “Di surga seorang mukmin diberi kemampuan sekian banyak menggauli wanita”.(HR.Tirmidzi. Shahih). Abu Umamah berkata, Rasulullah SAW pernah ditanya “Apakah penghuni surga melakukan hubungan suami istri?” Beliaw SAW menjawab” Penis yang tidak pernah lemas, syahwat yang tidak pernah padam dan jimak demi jimak”. Said bin Jubair pernah berkata. “Sesungguhnya nafsu syahwat (penduduk surga) mengalir dalam tubuhnya selama 70 tahun. Selama waktu itu ia akan merasakan kenikmatan yang tiada taranya dan tidak dikenakan kewajiban mandi jinabat. Mereka tidak merasakan loyo atau kekuatannya menurun. Justru hubungan seksual mereka mencapai kenikmatan dan kepuasan”. Wallahu a’lam.