Lebaran, Kriminalitas, dan Kecelakaan


Di saat-saat menjelang lebaran dan sesudah lebaran cenderung angka kriminalitas dan kecelakaan juga akan meningkat. Apa penyebab semua ini? Apa yang terjadi dengan bangsa ini?  Sepertinya kok cuma di negeri kita saja yang terjadi demikian. Padahal kita mayoritas beragama Islam. Mengapa hal ini dapat terjadi padahal hari lebaran identik dengan hari yang suci maka desebut Idul fitri.

Dari kenyataan yang terus terjadi bangsa ini tidak bisa belajar dari kesalahan dan pengalaman yang telah terjadi dimasa-masa yang lalu. Bangsa ini terlalu sibuk untuk melaksanakan tradisi di hari lebaran tanpa memaknai lebaran yang sesungguhnya.

Dari tradisi-tradisi berlebaran ini memang tidak bisa serta merta dihilangkan karena  dari segi bisnis tradisi ini menguntungkan bagi para pebisnis (transportasi,konveksi,makanan,dll). Dan sebenarnya pihak yang dirugikan adalah para pelaku tradisi tersebut.

Tradisi-tradisi yang sebenarnya meningkatkan Kriminalitas dan Kecelakaan ini adalah:

Tradisi Mudik
Mudik atau pulang kampung merupakan ladang bagi para penjahat untuk beraksi misalnya pencopet,perampok,penipu dan “calo” juga akan siap memangsa para pemudik. Penyebab terjadinya mudik ini adalah “tidak adanya pemerataan lapangan kerja”.” Sentralisasi yang membabi buta”. Ya negara kita adalah negara yang tidak mempunyai perencanaan zone ekonomi secara merata.
Kecelakan lalu lintas juga akan meningkat karena pengguna jalan meningkat dan pembangunan jalan tidak dirancang untuk kapasitas mudik.

Tradisi Berbusana Baru, Mobil Baru, Rumah baru, Istri Baru…?
Siapa yang memulai tradisi berbusana baru atau serba baru untuk berlebaran? Saya juga tidak tahu. Kenapa tradisi ini juga meningkatkan Kriminalitas? Ya Para penjahat dan koruptor sebenarnya beraksi untuk dapat membahagiakan keluarganya di hari lebaran ini. Dia harus mampu membelikan baju baru untuk anak-anaknya dan istrinya atau orang tuanya atau mungkin dirinya sendiri. Tradisi serba baru ini sangat menekan perasaan bagi orang-orang yang tidak mampu secara materi tapi nafsu mereka menginginkannya dan merasa harus bisa dipenuhi dengan jalan dan cara apapun (menghalalkan segala cara).
Sebenarnya yang harus diperbaharui adalah Iman kita, hati kita dan perbuatan kita supaya lebih taat lagi kepada Allah SWT.

Tradisi Menyediakan Makanan Enak Bergizi dan Mewah
Tradisi ini sebenarnya baik jika dilakukan tiap hari agar bangsa ini semakin bergizi dan tercukupi nutrisinya sehingga perkembangan otaknya tidak terganggu dan bisa lebih cerdas. Sayangnya cuman setahun sekali sehingga bangsa ini kurang gizi. Dan akhirnya tidak cedas dalam mengambil sikap untuk menghadapi permasalahan hidupnya.

Tradisi Bersilaturahmi
Tradisi ini sangat baik jika dilakukan tiap hari jangan cuma setahun sekali. Hal dilakukan secara teratur pasti bermanfaat. jika cuma dilakukan setahun sekali ya.. tidak nampak manfaatnya. Pada hari lebaran silaturahmi sering jadi ajang pamer kekayaan, perabotan rumah, dan lain-lain yang bisa dipamerkan. Akhirnya inilah yang juga menjadi beban setiap orang yang mengikuti gaya berlebaran seperti ini. Kadang-kadang acaranya juga diisi dengan maksiat, minuman keras, pesta sex dan sabu-sabu yang akhirya menimbulkan masalah yang serius lagi.
Waktu-waktu yang digunakan untuk bersilaturahmi pun kadang tidak memperhatikan waktu-waktu sholat. Sampai-sampai banyak sholat yang tertinggal gara-gara berkunjung ke rumah saudara atau kerabat.

Apa Tradisi ini salah? Tidak salah, tetapi ya.. karena salah dalam memaknai lebaran itu sendiri. Bangsa kita selalu salah dalam menangkap kata-kata yang disampaikan oleh ustadz. Seperti kata ustadz di mesjid “Ambilah yang baik dan tinggalkan yang jelek” jadi pulangnya ada yang bawa sandal yang masih kelihatan baik dan sandal jeleknya ditinggalkan”. Mungkin ngantuk waktu denger ceramah…. 🙂

Iklan

Satu tanggapan untuk “Lebaran, Kriminalitas, dan Kecelakaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s